Perawatan Rumah Sakit

Perawatan rumah sakit yang baik merupakan hak semua pasien pengidap penyakit yang meliputi segala fasilitas dan juga biaya administrasi yang melayani.

Seringkali kita temui seorang pasien pengidap penyakit yang mengeluhkan mahalnya biaya berobat ke rumah sakit atau pelayanannya yang kurang memuaskan atau dipersulit. Isu ini telah menjadi rahasia umum karena lemahnya efektifitas pelayanan kesehatan membuay lonjakan harga obat dan pelayanan ruang inap kelas tiga. Ada juga kasus dimana pihak rumah sakit mempersulit proses klaim jaminan kesehatan ke dinas kesehatan setempat bahkan untuk mendapatkan rujukan dari puskesmas juga dipersulit.
Rumah sakit pada dasarnya merupakan instansi seperti pabrik/industri. Perawatan rumah sakit yang layak, memiliki fasilitas yang lengkap seperti ruang rawat inap, ruang rawat jalan, mobil ambulance, ruang operasi, CT Scan, tempat tidur yang nyaman, infus, oksigen, dan makanan sehat. Pun dokter dan perawat yang bertugas pun harus menjalankan etika keprofesiannya dengan sebaik – baiknya, karena sesekali dokter atau perawat melakukan keteledoran atau malpraktik dan pasien menuntut, maka nama rumah sakit akan jatuh. Kejadian di dalam perawatan rumah sakit tentunya telah sering terjadi di Indonesia.

Perawatan Rumah Sakit

Perawatan Rumah Sakit

Apabila seorang pasien pengidap penyakit dirawat di rumah sakit pada dasarnya dikenakan beberapa biaya, rinciannya meliputi, honorarium dokter, obat, alat kesehatan, kamar, biaya administrasi, dan pengelolaan limbah. Sebenarnya biaya ini bisa dirampingkan lagi apabila kita cepat pulang karena akan mengurangi honor kunjungan dokter, obat yang harus dibeli, dan alat kesehatan yang harus disewa dan kamar. Honorarium dokter terdiri dari tindakan, konsultasi, dan kunjungan (visit). Biaya – biaya inilah yang seringkali dikeluhkan mahal oleh pasien pengidap penyakit, bahkan program pemerintah seperti kartu jamkesmas dan jamkesda yang bertujuan untuk membiayai masyarakat miskin yang tidak mampu membayar biaya rumah sakit yang berasal dari APBN/APBD seringkali tidak efektif. Karena masih dihambat pelayananan kesehatan nya oleh birokrasi yang dipersulit. Kalau sudah begini, bagaimana dengan janji pemerintah untuk berobat gratis ?
Oleh karena itu diperlukan perlindungan hukum yang ekstra bagi pengguna jamkesmas dan jamkesda dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan dan perawatan rumah sakit karena pasien merupakan konsumen jasa pelayanan medis yang memerlukan penyembuhan dan pemulihan. Selain itu pasien pengidap penyakit juga berhak mendapatkan privasi, perlindungan kerahasiaan atas informasi / data kesehatan sesuai dengan ketentuan hukum perawatan rumah sakit yang berlaku di Indonesia.

Salah satu solusi untuk mengatasi berbagai macam persoalan perawatan rumah sakit diatas adalah mengikuti polis asuransi kesehatan. Asuransi yang berjenis perorangan standalone yang komprehensif bisa membantu anda dari biaya medis sepanjang usia anda sampai dengan 99 tahun.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s